Postingan

Selepas Hujan Tiba

Gambar
Hujan kini menjatuhkan diri, aku selalu menunggu hujan jatuh ke bumi sebab kedamaian selalu tercipta tanpa tetapi Entah darimana asalnya, aku menyukai hujan sebab denganya aku bisa tertawa tanpa diketahui orang lain saat aku meluruh bersamanya. Jika orang lain selalu tak memperbolehkan aku kehujanan aku tidak peduli, sebab aku sangat menyukainya Ia yang jatuh karena Rahmat dariNya DariNya yang telah menciptakan kamu Karya Tuhan yang begitu istimewa bagiku DenganNya aku selalu membicarakan kebahagiaanmu, Meskipun kau tak merasa aku juga tak peduli Sebab tenangku ada saat aku bersamaNya Berkeluh kesah, berbagi Tawa Sebab aku tidak pernah kecewa saat aku berada di dekatNya, Bahkan DenganNya aku bisa leluasa berbicara tentangmu Mengadu rindu yang kian hari kian meramu Pada sebuah doa yang kupanjat selepas hujan tiba Sebab aku percaya Malaikat pun juga turun bersama air yang terjatuh Dan mendoakan kita semua Terimakasih atas perjalanan yang indah, Sebuah kisah yang h...

Pesan Terbuka

Gambar
Ada yang lebih menyakitkan dari sebuah perpisahan, ia yang bertatap tapi mati dalam perasaan.  Yang berpura-pura baik-baik saja meski batinnya telah tercipta luka yang menganga. Yang membiarkan perasaannya hancur tanpa tersisa, yang melupa hakikat saling mengerti. Ibarat mawar pada tangkainya yang indah ia membiarkan lukanya dirasakan sendirian. Seperti itulah rasanya sekarang.  Membunuh seseorang dengan perasaan yang di biarkan berkeliaran. Memintanya jauh, membuat hatinya gaduh, membiarkan tangisnya lumpuh. Bahkan membuatnya mati dalam langkahnya sendiri. Andai semua tidak salah jalan, langkah yang awalnya sampai tujuan, tidak sempat mampir hanya untuk bertanya karena tersesat oleh jalan yang dianggapnya benar. Andai tidak salah tikungan, yang dianggapnya cepat, tidak harus menumpang hanya untuk sekedar membereskan keadaan.  Tapi, kembali.. Rasanya hidup akan biasa-biasa saja jika tidak ada hal yang dianggapnya sebagai ujian,  rasanya kita akan biasa-biasa s...
Mencintaimu Dalam Diam Rasanya berulang kali aku mengutuk diriku sendiri, membiarkan luka ini begitu leluasa mengelabuhi. Sudah lama ingatan itu tak kembali, sudah lama tak kutemui pesan di notifikasi. Ingatan itu kembali, mungkin bodoh adalah anggapanku sekarang pasalny, rasa yang ingin kubuang berkali-kali, selalu kembali dengan caranya sendiri. Dan sekarang sadarku melupa pada kodratnya. Amnesiaku berpura-pura, bagaimanapun caranya aku tak dapat membohongi perasaanku untuk menginginkan kau kembali. Tapi sudahlah, aku yakin setelah kau pergi kali ini Allah sudah menyiapkan seseorang yang dengan baik menjadikanku lebih baik dari sekarang. Yang mencintaiku tanpa tetapi, membahagiakan tanpa meminta dibahagiakan kembali. Benar, mencintai itu fitrah dan dicintai adalah hukum alam. Allah tidak akan memberikan rasa itu tanpa alasan. Setiap manusia memiliki kadar cintanya masing-masing, dengan seseorang yang ditemuinya. Jika cinta menginginkan sebuah balasan, bagaimana cintamu terhadapNy...

Surat part 1

Gambar
Oleh : Alwi Atsagav Hampa Tak ada ruang yang mampu menggambar dalam lukis sendu sedan sebuah senyuman. Ia meringkuk pada peluk tak tersampaikan. Sebuah genggam semu, ia tertahan dalam tangis perpisahan. Arahnya menghilang, lakunya punah, jiwanya jengah, pikiran tak karuan, tak ada yang sanggup mengerti. Tentang jalan yang ia lalui, cobaan yang dihadapi. Berpuluh-puluh tangga ia daki, kaki yang rapuh, ego yang membunuh, semua sudi ia lewati tanpa basa bas, demi apa? Demi ia yang tak peduli. Begitu bodoh rasa yang menghampiri. Semua tertutup dalam lubuk yang begitu rapat. Rahasia yang dinikmati sendirian. Sampai saatnya ia bosan. Dalam kesendiriannya yang sempat ia tak pedulikan. Kesunyian temannya berdiri, hening sahabat paling mengerti dan keramaian adalah dendam dan benci. Ia yang menghitung-hitung kenang, pada air mata yang sempat tumpah, pada pipi yang tak bersalah. Ia yang begitu tabah, menolak rasa. Memunafikan diri. Melupa pada hampa yang ia rasaa. Ia butuh, elaknya ...

Sebuah Puisi

Gambar
Foto : MF Aku Cukup Tau Diri Kutemui kaktus dipersimpangan memotretnya agar aku bisa mendiskripsikan Bagaimana sore kali ini begitu mengecewakan Dipersimpangan senyummu halu, yang pasti bukan aku Di persimpangan kau berjalan tanpa sadar, langkah kakimu beranjak tanpa tujuan Ingin kutanyakan, namun rasanya sia-sia Dari jauh kuberada, menentang rasa yang kian membara Amarahku merombak, emosiku meledak tapi aku tetap tak bisa apa-apa Aku hanya sepotong dari kainmu yang jatuh, yang disana kau tinggalkan bekas yang tak ada duanya Mungkin kali ini kau mengajakku bercanda Dengan gerimis yang melanda kelopak mata Dengan pelangi yang padam dalam sanubari rasa,  Yah.. Tau diri,  Aku siapa,  Mengabadikanmu dalam rasa bisa saja Merajakanmu dalam tulisan itu adalah kebiasan Dan entah, aku bosan dengan siksaan Bagaimana menata hati tanpa terlukai Mungkin ini salahku, pernah mengabaikanmu Mungkin ini karma dari cinta yang sudah tidak biasa...

Dia, Adalah Gadisku

Gambar
 foto oleh : yesjie/tumblr.com Hembus angin menyapa Gerai jilbab mengikuti alurnya Dari baris orang-orang tak dikenal Dia berjuang dalam kenyataan Hari yang pahit Waktu teramat singkat Hingga rasa kian lusuh Terpadam amarah diri   Pada Janji yang terlupa Pada sebuah keluarga Hangat peluk dan kasih sayang Riuh redam canda tawa Terlupa, begitu saja Rindu, sepertinya sudah tak mengenalnya Pada rasa nyaman rumah tempat berpulang melepas lelah Gadisku, Dia yang menatap pilu kehidupan Lupa cara memanggil ayah.. Lupa rasa dipeluk ibu.. Gadisku, Wanita memilukan korban sebuah keluarga Namun, dia adalah gadisku Wanita hebat Pahlawan diri hingga besar menyambutnya tanpa sepi Dia adalah gadisku, Kurombak ia hingga hati terkuat dan keluarga Hingga nyaman berpulang pada rumah Tempat ia tinggal kembali Pada lembar kasih sayang luas Dikeluarga barunya.. Dia adalah gadisku, Jilbab kumuh kini bersih Dah mahkota teri...

Atlet Medan Berprestasi

Gambar
ATLET MEDAN BERPRESTASI Hadi Pria Utama, atau yang akrab disapa Hadi merupakan seorang atlet lari muda yang berasal dari Medan. Hadi lahir di Medan, tepat pada tanggal 1 Januari 1997. Saat ini Hadi merupakan mahasiswa aktif Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Pria bertubuh atletis dan tampan ini juga merupakan salah satu mahasiswa berprestasi Universitas Sumatera Utara, tidak hanya dalam bidang akademis, tetapi juga dalam bidang non akademis. Di sela-sela kesibukannya sebagaATLET MEDAN BERPRESTASI Hadi Pria Utama, atau yang akrab disapa Hadi merupakan seorang atlet lari muda yang berasal dari Medan. Hadi lahir di Medan, tepat pada tanggal 1 Januari 1997. Saat ini Hadi merupakan mahasiswa aktif Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Pria bertubuh atletis dan tampan ini juga merupakan salah satu mahasiswa berprestasi Universitas Sumatera Utara, tidak hanya dalam bidang akademis, tetapi juga dalam bidang non akademis. Di sela-sela kesibukanny...