Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Judul yang Tak Terseleksi

Wanita cerutu Gadis belagu diujung desa itu, Bersantap kopi bercerita wagu Pernak pernik kehidupan menambah aroma baru Diteras gubuk beratap kayu Ia menjelma bak putri yang mengasah palu Ditompangnya masalah hidup yang kelabu  Mata yang nanar dihujam sabu  Ia termakan dalam halu  Ayah,ibu sudah mati ditangan seorang babu Tawanya tak lagi terdengar  Air matanya tak lagi berkabung  Yang ia tau , kapan saat ia membalas dendam Pada babu yang membunuh masa depan Dan masih dengan tangan yang memegang cerutu Dihisapnya pelan-pelan sembari menunggu ajal datang  Temanggung 30/11 Jejak Sang Penguasa Saat lambaimu kian meraja Pada bab-bab yang yang tak semestinya  Tangan-tangan menyapu kuasa Kaki-kaki bernada bicara Hambur uang jadi kebebasan Menindas menghakimi kesalahan Tak lupa diri jadi jaksa Tanpa mengoreksi salah dan lupa Bahwa ia juga manusia Seenak jidat memaki tanpa malu Seenak bertindak tanpa tau  Orang-orang yang merasa suci Ia lupa sebelumnya...
Mencintaimu Dalam Diam Rasanya berulang kali aku mengutuk diriku sendiri, membiarkan luka ini begitu leluasa mengelabuhi. Sudah lama ingatan itu tak kembali, sudah lama tak kutemui pesan di notifikasi. Ingatan itu kembali, mungkin bodoh adalah anggapanku sekarang pasalny, rasa yang ingin kubuang berkali-kali, selalu kembali dengan caranya sendiri. Dan sekarang sadarku melupa pada kodratnya. Amnesiaku berpura-pura, bagaimanapun caranya aku tak dapat membohongi perasaanku untuk menginginkan kau kembali. Tapi sudahlah, aku yakin setelah kau pergi kali ini Allah sudah menyiapkan seseorang yang dengan baik menjadikanku lebih baik dari sekarang. Yang mencintaiku tanpa tetapi, membahagiakan tanpa meminta dibahagiakan kembali. Benar, mencintai itu fitrah dan dicintai adalah hukum alam. Allah tidak akan memberikan rasa itu tanpa alasan. Setiap manusia memiliki kadar cintanya masing-masing, dengan seseorang yang ditemuinya. Jika cinta menginginkan sebuah balasan, bagaimana cintamu terhadapNy...