Postingan

Puisiku- Tentangmu

ALLAH MENGUJIKU ATAUKAH MENAKDIRKAN UNTUKKU? Allah menciptakan sebuah pertemuan bukan tanpa alasan, entah untuh sebuah ujian rasa, atau untuk sebuah pembelajaran , ataupun sebuah takdir tetap. Inilah aku dengan penuh harap Membaca setiap kalimah dalam abjad kata Aku tak mampu mengerti dengan bahasa yang Tuhan Beri Jatuh dan cinta sepertinya bukan sebuah logika nyata Itu hanya ilusi tentang kesendiriaan yang menguji Dihari itu, temu bertatap Saat sebelumnya hanya via surat Dalam gemerlap harap, membukakan pintu? Atau... Memberikan peluang? Yang jelas ilusi ini mengoyak pikiranku Menjadi candu , dan sebait rindu Ah kan hanya sekali? Mudah saja Allah membolak-balikkan hati ini Cukup ini uji, biar aku pendam sebuah harap sebelum labuhku tepat Dalam sejuta syarat Doaku-aku paling mujarab Aku yakin, sebab Dengaya kutak pernah temukan kecewa Lekas beranjaklah .. Sebab aku hanya ingin bertemu Bersamamu, dengan sholawat dan sholat ....

PUISI UNTUK NEGERI

 JIWAKU LENGAH Nasib malang hambat setiap manusia,bukan ! Jiwa lapuk termakan api amarah Susah redam bergejolak lebih Diatas tanah lahir berdiri gagah kebencian Virus menyebar menikam para penjiwa Mereka-mereka terhasut bingkai amarahnya Lalu? Kemanakah kemerdekaan dulu singgah? Damai, sejahtera tanpa gaduh membahana Jebakan amarah membius hingga dasar tubuh tumbuh Jiwaku lengah,musuh merambah Jiwaku kaku,rusak tertaut sudah Penompang tak ada lagi Jiwa ramah,kian hilang dalam sejarah Ego meradang membababi buta Jiwa rusaklah sudah Kobaran api merenggut,jiwa lemah tak terurus Luapan amarah meraja Bagai semut dalam gula Penuh,tapi tak dapat lahap makan ...

Edisi Jatuh Cinta

Gambar
I LOVE YOU A (ILYA) KAMU  (n) adalah alasan Tuhan , kenpa jarak terbentang jauh diantara kita . Hingga pada akhirnnya kita akan saling menemukan, atau bahkan ditemukan.

SASTRA PUISI

Politikus-kus Tikus-tikus pemilik saham Berhamburan dibar-bar kegelapan Bukan got lagi,apalagi lubang dibawah tanah Bukan” jendral” apalagi keju Tapi gambar pahlawan merah biru Pemilik dasi, mobil pribadi Dikawal kesana-kesini Tak peduli jiwa-jiwa lapar diujung negeri Mengemis demi sesuap nasi Hah ! tak patut .. Sadarlah hai tikus-tikus berdasi Pemilik nama rakyat tak punya harga diri

Coretan Akhir Agustus

Gambar
by:google Jangan katakan jika itu kan menyakitkan cukup sibukmu yang menyita sejuta waktu untukku kepada pena yang selalu bersanggar pada jarimu dan setumpuk kertas yang jadi pandangan seharimu bahkan laptop yang kian waktu, lelah menemanimu jangan katakan lagi, aku mohon biarlah aku terbiasa dengan keseharianmu menunggu dalam sabar menyendiri dalam penantian hingga tangan Tuhan menyapa kita tuk mempersatukan lewati ambang batas kerinduan yang kian hari menyekat dalam lorong hati tanpa sekalipun berlarian mencari udara.. mungkin? atau bahkan pergi jauh namun rindu ini mulai terbiasa dengan senandung sajakku tanpa lelah mengambang batas jadi coretan manis pantas kau baca, dan rindu ini  membunuh habis waktu tuk sekedar memikirkanmu.

PUISI KEMERDEKAAN

Gambar
Foto by : ayuprint (google) SAJAK KEMERDEKAAN Kepada Pertiwi? Janjimu adalah negeri Bangkitmu adalah rakyatmu sendiri Dari sabang merauke Suku-bahasa bermacam dan bervariasi Kepada pertiwi? Tanahmu adalah pusakamu 72 tahun silam berseru untuk negari Berimbah dara,luka sudah biasa terjadi Bahkan nyawa jadi taruhan Kepada pertwi ? Kini negeri dilanda frustasi Merdeka tak lagi kini Budak-budak media pemicu regenerasi tak ada arti Tonggak negeri,pemuda Laiknya seperti tombak menyusup pada pohon pisang Mudah menancap bawa perubahan Sungguh riang, Namun tak lagi sayang Kepada pertwi? Negeri menua, namun lupa Pejuang mendarah demi merdeka Lalu apa ? Bualan dimana-mana Demi saja, Petuah meraja Laku tak ada hanya berbicara Malang nian nasibmu, Kepada pertiwi Terimalah baktiku Dalam negeriku meski, Ladang sayang hanya tinggal kenangan Perpecahan janganlah datang Biar bunda,menikmati lelahnya Dalam pangkuan pertiwi Dinegeri ini.. DIRGAHAYU 72 TA...

SAJAK MALAM

Selamat malam langit? kau begitu menawan, namun sayang kau telanjang kemnakah bulan kau diamkan ? kemanakah bintang kau sembunyikan? sepi sedan, malam hanya detik jam bertamu dalam angan tak berkesampaian dalam pertanyaan , kapan kau datang? siapa memang yang kau tunggu ? kau tau ,detik jam takkan memberitahumu? kau harus tanya, bukan kepada langit,udara,atau awan.. namun, kepada hati yang pernah kau campakkan... kapan kau datang? pertanyaan menggeming kedalam kepala, sungguh membudak dalam nafsu, diri menggelora apa itu? sebuah harapan.. dalam angan yang tak berkesampaian , duhai dan duhai dan duhai, kau terlalu sibuk, apa mungkin/ tapi? aku harus menunggu, kau pulang? nyatannya kau belum menyempatkan? dalam angan yang tak berkesampain, diakhir sajak dalam untaian semuah harapan , kebahagiaan.. Temanggung,