Postingan

Coretan Akhir Agustus

Gambar
by:google Jangan katakan jika itu kan menyakitkan cukup sibukmu yang menyita sejuta waktu untukku kepada pena yang selalu bersanggar pada jarimu dan setumpuk kertas yang jadi pandangan seharimu bahkan laptop yang kian waktu, lelah menemanimu jangan katakan lagi, aku mohon biarlah aku terbiasa dengan keseharianmu menunggu dalam sabar menyendiri dalam penantian hingga tangan Tuhan menyapa kita tuk mempersatukan lewati ambang batas kerinduan yang kian hari menyekat dalam lorong hati tanpa sekalipun berlarian mencari udara.. mungkin? atau bahkan pergi jauh namun rindu ini mulai terbiasa dengan senandung sajakku tanpa lelah mengambang batas jadi coretan manis pantas kau baca, dan rindu ini  membunuh habis waktu tuk sekedar memikirkanmu.

PUISI KEMERDEKAAN

Gambar
Foto by : ayuprint (google) SAJAK KEMERDEKAAN Kepada Pertiwi? Janjimu adalah negeri Bangkitmu adalah rakyatmu sendiri Dari sabang merauke Suku-bahasa bermacam dan bervariasi Kepada pertiwi? Tanahmu adalah pusakamu 72 tahun silam berseru untuk negari Berimbah dara,luka sudah biasa terjadi Bahkan nyawa jadi taruhan Kepada pertwi ? Kini negeri dilanda frustasi Merdeka tak lagi kini Budak-budak media pemicu regenerasi tak ada arti Tonggak negeri,pemuda Laiknya seperti tombak menyusup pada pohon pisang Mudah menancap bawa perubahan Sungguh riang, Namun tak lagi sayang Kepada pertwi? Negeri menua, namun lupa Pejuang mendarah demi merdeka Lalu apa ? Bualan dimana-mana Demi saja, Petuah meraja Laku tak ada hanya berbicara Malang nian nasibmu, Kepada pertiwi Terimalah baktiku Dalam negeriku meski, Ladang sayang hanya tinggal kenangan Perpecahan janganlah datang Biar bunda,menikmati lelahnya Dalam pangkuan pertiwi Dinegeri ini.. DIRGAHAYU 72 TA...

SAJAK MALAM

Selamat malam langit? kau begitu menawan, namun sayang kau telanjang kemnakah bulan kau diamkan ? kemanakah bintang kau sembunyikan? sepi sedan, malam hanya detik jam bertamu dalam angan tak berkesampaian dalam pertanyaan , kapan kau datang? siapa memang yang kau tunggu ? kau tau ,detik jam takkan memberitahumu? kau harus tanya, bukan kepada langit,udara,atau awan.. namun, kepada hati yang pernah kau campakkan... kapan kau datang? pertanyaan menggeming kedalam kepala, sungguh membudak dalam nafsu, diri menggelora apa itu? sebuah harapan.. dalam angan yang tak berkesampaian , duhai dan duhai dan duhai, kau terlalu sibuk, apa mungkin/ tapi? aku harus menunggu, kau pulang? nyatannya kau belum menyempatkan? dalam angan yang tak berkesampain, diakhir sajak dalam untaian semuah harapan , kebahagiaan.. Temanggung,
Kumohon Hujjan Jangan Menghilang.. Ketika kamu adalah hujan kebahagiaan,  Dan suka mu adalah rintik yang membendung dalam skala nyata Begitu banyak dan tak berhemti Dan hujanku adalah kamu? Kamu yang menjadi bahagiaku Ketika satu senyuman adalah alasanku berkiprah Berkiprah jalani hari tanpa tangisan.. Dan ketika hujan berada Aku mengintaimu dari balik jendela Duhai angin jaangan kau rebut dia dariku Duhai petir,  Biarlah dia jadi sandaranku Sewaktu aku lelah jalani hari Hingga larut aku dalam pancaran kesucian negeri awan Tiap hujan yang berjatuhan Dialah yang menjdi penawar letih dalam satu sentuhan Dan... Kumohon jangan pergi terlebih dulu Hujan, Aku masih mengintaimu dalm gelisah Menahan rindu Dan tak menginginkanmu pulang Biarlah hujan saja Yang menemaniku disini Dengan deraasnya.. Aku merengkuh Bertahan Merindukanmu dalam kesakitan... Tentang hati,  UP3AD Temanggung

Wisata Embung Kledung, Temanggung - Sebongkah Rindu Untukmu

Gambar
Kepada Jingga yang Ku Rindukan Foto : Luklu'atul Asiyah Satu hal yang tak kumengerti,  Dari sekian baris dalam coretan kecil hidupku...  Kudapati senja yang menglonglong dalam langit mendung..  Siluet yang memangku dalam pandang  Aku terpesona dalam buana yang nyata..  Disana dilembah biru aku temukan..  Sesosok pangeran berkuda dibawah naungan senja Membawa sebongkah berlian dengan buah cinta yang nyata Dibalik itu, kudapati lagi seorang lelaki yang tak pernah kukenal Dia termenung disekujur danau,  Kutanya,  Siapakah kau duhai teman,..  Aku, adalah lelaki miskin yang sedang jatuh cinta  Tapi tak kudapati cinta itu kembali kepadaku..  Duhai, langit..  Aku bersenandung atas siapa yang menciptakanMu..  KepadaNya kau berserah diri duhai lelaki temanku..  Dan senja masih saja bersaja..  Aku tersentuh atas kisah yang kau haturkan duhai teman Dan kini aku terman...

Saat Harapan Tengah Pupus

Tanpa Judul Bukan saja tak melihat paras Tapi lumat dalam sekejap Seperti meja kerja yang berserakan Beribu kertas berhamburan Setumpuk tugas telah menunggu Tanpa tinta yang beradu, Dan aku.... Tinta, Tinta yang kau campur dengan air Aku adalah tinta dan aku adalah air Yang bersatu Dengan ketidakmungkinan Karena aku adalah aku Tergiur dengan berkas musuh Yang menampak sejuta dollar Sadar diri sudah Hati bukan pelampiasan harta Tak lain pelampiasan jiwa Kepada jiwa-jiwa yang kesepian Dan aku merasakan Tersiksa daku dengan harap semu Kau yang berutang seribu janji Kau lampiaskam dengan senyum manis lalu pergi Dan masih saja kuterpaku Dengan nada berlahan yang menusuk namun menghilang Roda-roda berputaran Mengintari hati yang melepuh Kian melepuh. Hingga kusadari Faajar tengah menyingsing Dan rutinitas sudah menunggu Yang kulihat pagi ini Aku tertidur dengan harapanmu... Temanggung, 21 februari 2017

Puisi Bersambung

Entah Sebilah pedang menancap dalam relung hati Menyayat membelah hati berkeping sudah Hancur lebur Obat apakah sembuhkan luka ini Bukan perban atau betadin Luka yang menganga Tak kasat mata Membaur menyeluruh semakin dalam terperosok Didalam jurang tak berkesampaian Entah kemana lagi aku berjalan Lewati arus untuk mencari obat Aku pernah lengah hingga terbuai Lalu laksana pahit telah merajam Dan mengikis dalam sanubari Dan ini hati yang terluka Lalu lenyap bahkan mati Untuk apa puisi ini? Bersambung...